Groundbreaking Jembatan Garuda Tahap III–IV di Candiroto, Akses Petani dan Pelajar Kian Terbuka
TEMANGGUNG – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV oleh Kodam IV/Diponegoro resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Selasa (31/03/2026). Proyek ini menjadi bagian dari program pemerintah pusat untuk mempercepat konektivitas wilayah pedesaan.
Jembatan gantung tersebut akan dibangun di Dusun Batursari, tepatnya di antara Sungai Segesik dan Sungai Seglodog. Lokasi ini selama ini dikenal cukup sulit dilalui, sehingga kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka akses vital yang menghubungkan antarwilayah di Kecamatan Candiroto.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan penuh.
Selain menjadi penghubung antarwilayah, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi warga, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat setempat.
Dukungan penuh ditunjukkan warga pemilik lahan. Pak Ridwan bersama Mbah Sarjo dengan sukarela mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan jembatan gantung tersebut.
Lahan yang diberikan merupakan tanah turun-temurun dari orang tua serta sebagian tanah bengkok milik desa, yang juga mencakup area aliran sungai.
“Tanah yang saya berikan ini merupakan warisan orang tua dan sebagian tanah bengkok desa. Memang ada yang masuk aliran sungai, tapi tidak masalah, justru saya ikhlas demi kepentingan bersama,” ungkap Pak Ridwan yang diamini Mbah Sarjo.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan sangat membantu para petani saat menuju lahan maupun saat mengangkut hasil panen. Ia juga menambahkan, akses jalan menuju lokasi masih memerlukan pembenahan agar dapat terhubung dengan desa tetangga dan bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Kalau nanti sudah bagus, tentu bisa memangkas jarak tempuh, baik untuk aktivitas warga maupun anak-anak sekolah,” tambahnya. Dengan pembangunan ini, harapan besar pun muncul agar konektivitas desa semakin baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
