Miniatur Indonesia di Temanggung: Saat Dandim Letkol Inf Richie Fadly Terpukau Jiwa Pancasila yang Hidup di Desa Tempuran
TEMANGGUNG — Desa Tempuran di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, bukan sekadar wilayah administratif. Desa ini adalah manifesto hidup dari ideologi bangsa. Di sini, Pancasila tidak lagi dihafal sebagai teks formal, melainkan menjelma menjadi kepribadian, napas, dan denyut nadi sehari-hari masyarakatnya.
Nilai otentik inilah yang membawa Kampung Pancasila Desa Tempuran melesat masuk dalam nominasi terbaik tingkat Kodam IV/Diponegoro melalui penilaian daring. Prestasi tersebut memicu kehadiran langsung Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung, Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos., untuk meninjau langsung kondisi sosiologis desa yang bersiap menghadapi penilaian luring oleh Tim Penilai Pusat, Senin (13/07/2026).
Didampingi jajaran perwira utama Kodim Temanggung termasuk Kasdim Mayor Cba Agus Jumawan, Pesiter Kodim Temanggung Kapten Inf Asrori, Perwira Seksi Intelijen Kapten Inf Aris S, Perwira Seksi Personel Kapten Arm Redi Antoni, Batuud 9/Kaloran Peltu Anton. Kehadiran Letkol Richie disambut hangat oleh Kepala Desa Tempuran, Priyanto, perangkat desa, serta mahasiswa UNS yang sedang melangsungkan riset di sana. Pertemuan di Rumah Pancasila siang itu berlangsung cair, sarat akan muatan sejarah lokal dan emosi kebangsaan.
“Di tempat lain, orang mungkin masih sibuk mendefinisikan Pancasila. Namun di Desa Tempuran ini, saya melihat Pancasila telah menjadi kepribadian dan jiwa masyarakatnya. Ini adalah the core of the core, intinya inti dari toleransi,” ujar Letkol Inf Richie Fadly dengan nada impresif.
Dandim Temanggung mengaku takjub dengan realita sosial di Tempuran. Kerukunan antarumat beragama di desa ini berjalan natural, bukan kosmetik publikasi. Dalam satu atap rumah, lumrah ditemui anggota keluarga yang memeluk keyakinan berbeda namun hidup dalam harmoni yang sempurna.
Letkol Inf Richie memaparkan bahwa keunikan sosiologis, Desa Tempuran terpilih sebagai duta karena dinilai paling representatif dalam mengimplementasikan nilai luhur bangsa.
“Indonesia memiliki belasan ribu pulau dan kebudayaan yang masif. Jika tidak ada toleransi seperti di Tempuran, bangsa ini akan rapuh. Desa ini adalah potret ideal bagaimana Indonesia seharusnya dirawat,” tambah Dandim.
Keberadaan Kampung Pancasila di Tempuran memang memiliki akar historis yang kuat. Kepala Desa Tempuran, Priyanto, mengungkapkan bahwa spirit nasionalisme di desanya diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur dan veteran kemerdekaan. Sebagai bukti otentik, bendera Merah Putih selalu berkibar setiap hari di desa ini sebuah tradisi komunal yang telah berjalan jauh sebelum regulasi formal maupun jabatan kepala desa melekat pada dirinya.
“Desa Tempuran adalah miniatur Indonesia kecil. Rumah Pancasila ini pun terbangun atas amanah nilai para leluhur kami,” tutur Priyanto.
Dalam forum diskusi tersebut, Priyanto juga menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian institusi TNI terhadap desanya. Ia bersama para tokoh masyarakat mendoakan kelancaran karier Letkol Richie Fadly agar kelak mampu mencapai pucuk pimpinan strategis di tubuh TNI.
“Dari Kampung Pancasila, kami tidak sekadar melaporkan kondisi wilayah, tetapi kami datang membawa cinta. Kami siap bersinergi penuh menyambut Tim Penilai Pusat agar proses verifikasi lapangan berjalan lancar dan Desa Tempuran bisa menjadi mercusuar toleransi bagi seluruh wilayah di Indonesia,” pungkas Priyanto.
