Kemarau Panjang Jadi Sorotan, Pangdam Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit

TEMANGGUNG – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan menjadi perhatian jajaran Kodam IV/Diponegoro. Pesan itu disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., melalui amanat yang dibacakan Dandim 0706/Temanggung Letkol INF Richie Fadly, S.Sos., saat Upacara Bulan di Tanggal 17 di Lapangan Makodim, Kamis (17/9/2026). Pangdam meminta seluruh jajaran TNI mengambil langkah proaktif menghadapi dampak kemarau panjang. Prajurit diminta turun ke lapangan, memetakan wilayah rawan, melakukan mitigasi, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, PDAM dan instansi terkait.

“Seluruh jajaran harus mengambil langkah proaktif, turun langsung ke lapangan dan melakukan mitigasi wilayah rawan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait harus diperkuat untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” tegas Pangdam dalam amanatnya. Selain kebencanaan, Pangdam menekankan pentingnya tata kelola anggaran dan Barang Milik Negara secara transparan, akuntabel dan profesional. Setiap satuan diminta memastikan program Triwulan III TA 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Pangdam turut menyampaikan sejumlah capaian Kodam IV/Diponegoro, di antaranya penurunan angka stunting, penyerapan gabah nasional, serta berbagai kegiatan bakti sosial dan karya bakti dalam rangka HUT ke-81 RI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Dalam amanatnya, prajurit juga diingatkan agar bijak bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Upacara dipimpin Letkol INF Richie Fadly, S.Sos. selaku Inspektur Upacara. Kapten Czi Sarwiyono bertindak sebagai Komandan Upacara dan Kapten Arm Redi Antoni sebagai Perwira Upacara. Peserta terdiri atas prajurit dan PNS Kodim 0706/Temanggung.