Gelorakan Semangat Wawasan Kebangsaan, Danrem 072/Pamungkas Bekali Mahasiswa UNJAYA Strategi Bela Negara di Era Digital
SLEMAN – Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., hadir sebagai pemateri utama dalam Seminar Achmad Yani Muda 3 dengan mengusung tema “Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman” di Ruang Auditorium Fakultas Kesehatan Kampus Universitas Achmad Yani (UNJAYA), Jl. Brawijaya (Ring Road Barat), Ambarketawang, Gamping, Sleman.Rabu (14/10/2026)
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 246 mahasiswa Unjaya ini diselenggarakan sebagai sarana edukasi dan penguatan wawasan kebangsaan dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Turut hadir dalam seminar Pasikomsos Korem 072/Pamungkas Mayor Caj. (K) Wahyu Apriliyanti, S.Psi., M.Psi., Kabiro Alumni dan Pusat Karir UNJAYA Dr. Miftahu Darussalam, M.Kep., Sp.Kep.MB. serta para mahasiswa UNJAYA.
Dalam pemaparannya, Danrem 072/Pamungkas menyoroti pentingnya peran strategis generasi muda sebagai pilar kekuatan bangsa, baik di masa kini maupun masa mendatang. Saat ini, pemuda dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, karakter, dan wawasan kebangsaan, serta aktif bergerak dalam kegiatan sosial dan menjaga ketahanan ruang siber dari bahaya hoaks dan radikalisme.
“Ke depan, para mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran sebagai inovator teknologi pertahanan, diplomat muda, penjaga ketahanan sumber daya alam, hingga penggerak ketahanan nasional dalam menghadapi ancaman nonmiliter. Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab kita semua, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegas Danrem.
Lebih lanjut, Danrem 072/Pamungkas mengulas model Bela Negara di Indonesia yang mengombinasikan kekuatan TNI profesional, Komponen Cadangan (Komcad), serta pendidikan kebangsaan melalui Sistem Pertahanan Semesta (Sishankamrata). Sebagai penguat pandangan, beliau melandasi materi kepemimpinan dengan prinsip-prinsip klasik Sun Tzu yang relevan dalam dunia militer modern dan tantangan zaman.
“Pentingnya mengenali diri dan lawan (Know Yourself And Know Your Enemy), menempatkan strategi di atas sekadar taktik, kepemimpinan yang memberi teladan, disiplin, fleksibilitas adaptasi, efisiensi sumber daya, hingga menjaga moral dan kepercayaan menjadi kunci utama” ujar Danrem
Menutup pemaparannya, Danrem juga memaparkan gambaran capaian strategis nasional menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bukti nyata penguatan ketahanan nasional di berbagai sektor. Di antaranya meliputi program Makan Bergizi Gratis (62 juta penerima manfaat hingga Agustus 2026), Cek Kesehatan Gratis (60 juta peserta hingga Juni 2026), pembangunan 166 Sekolah Rakyat untuk 16.000 siswa, pencapaian swasembada pangan dengan proyeksi produksi beras 34,77 juta ton pada 2026, pembedahan 132.000 rumah rakyat, serta penguatan ekonomi desa melalui operasional ribuan Koperasi Merah Putih.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh antusiasme. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pikiran secara langsung dengan Danrem 072/Pamungkas dalam sesi tanya jawab interaktif.
Melalui seminar ini, diharapkan para mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta tidak hanya memperoleh wawasan akademis, tetapi juga tertanam jiwa nasionalisme, toleransi, dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk bersama-sama membawa Indonesia menjadi negara yang kuat, maju, dan berdaulat di tengah tantangan globalisasi.
