Dandim Temanggung Dampingi Gubernur Jateng Tinjau Dampak Kebakaran Hutan Gunung Sumbing

TEMANGGUNG – Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos., mendampingi Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing, Minggu (25/10/2026). Peninjauan berlangsung di Basecamp Binawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Kehadiran Dandim 0706/Temanggung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi penanganan karhutla, mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan, serta mendorong langkah pemulihan kawasan terdampak dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing. Ia menyatakan bahwa api di wilayah Sumbing telah padam, tetapi upaya pemulihan pascakebakaran tetap harus menjadi perhatian bersama.

“Terima kasih atas kerja sama yang kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, relawan, dan dinas terkait. Hari ini wilayah Sumbing telah padam. Namun, yang harus kita evaluasi adalah penanganan pascabencana, terutama kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

Gubernur menyoroti kerusakan jaringan pipa air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian. Menurutnya, dampak tersebut perlu segera didata agar langkah pemulihan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Selain pemulihan infrastruktur, Ahmad Luthfi mendorong pelaksanaan reboisasi untuk mengganti vegetasi yang terbakar. Ia juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang mulai mengumpulkan tanaman untuk mendukung penghijauan kembali kawasan terdampak.

Pihaknya juga meminta pendataan luas lahan yang terbakar dilakukan secara valid, khususnya di wilayah Temanggung, Wonosobo, dan Magelang. Data tersebut diperlukan sebagai dasar evaluasi dan penyusunan langkah pencegahan pada tahun berikutny