Gembleng Patriot Muda, Kodim Temanggung ‘Suntik’ Semangat Bela Negara Lewat KKRI Gelombang IV
TEMANGGUNG – Suasana Asrama Militer Sroyo, Kodim 0706/Temanggung, mendadak riuh dengan semangat membara pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Sebanyak 100 siswa pilihan dari lima sekolah menengah atas di Kabupaten Temanggung tengah digembleng dalam kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Triwulan I TA 2026.
Setelah resmi dibuka pada Jumat (13/2), para peserta langsung dihadapkan pada serangkaian materi lapangan yang menguji fisik, mental, hingga kedisiplinan. Bukan sekadar berkemah biasa, para kadet muda ini mencicipi langsung kerasnya pelatihan dasar ala militer yang dirancang untuk membentuk karakter pemimpin masa depan.
Kurikulum Komplet: Dari Survival hingga Senjata Ringan
Sepanjang Sabtu ini, para peserta yang berasal dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, dan SMK Muhammadiyah Temanggung masing-masing mengirimkan 20 perwakilan terbaiknya melahap berbagai materi krusial, antara lain:
- Kedisiplinan Fisik: Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan senam pagi.
- Ketangkasan Lapangan: Pioneering, Mountaineering, dan Outbound lapangan.
- Keterampilan Bertahan Hidup: Teknik Survival dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Puncak emosional dari kegiatan ini dijadwalkan pada malam “Api Semangat Bela Negara”, sebuah prosesi refleksi diri untuk menanamkan jiwa patriotisme yang mendalam di hati setiap siswa.
Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., melalui Kasdim Temanggung Mayor Cba Agus Jumawan menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan formal dan penguatan karakter melalui jalur kadet.
“Kita tidak hanya melatih fisik, tapi menempa mentalitas ‘baja’ para siswa. KKRI ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki cinta yang tulus kepada NKRI. Saya bangga melihat antusiasme mereka yang luar biasa di lapangan,” ujar Dandim singkat namun tegas.
Kegiatan ini akan terus berlangsung hingga Minggu, dengan harapan para kadet muda ini mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekolah mereka masing-masing.
