Kasdim 0730/Gunungkidul Pimpin Upacara Peringatan HARI BELA NEGARA Ke-77 Tahun 2025

GUNUNGKIDUL – Komando Distrik Militer (Kodim) 0730/Gunungkidul menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025. Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0730/Gunungkidul, Mayor Cke Timotius Subanu, bertempat di Lapangan Makodim, Jln. Kesatrian No.03, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (19/12/2025).

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema sentral yang menekankan pada pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk menjaga kedaulatan NKRI di tengah tantangan global yang semakin kompleks.Jalannya Upacara di ikuti oleh seluruh perwira staf, Danramil jajaran, serta segenap prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0730/Gunungkidul. Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, serta pembacaan Ikrar Bela Negara.

Dalam amanat Presiden RI yang di bacakan, Mayor Cke Timotius, Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat memperingati Hari Bela Negara ke-77, sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen ita menjaga keutuhan bangsa. Setiap tanggal 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) diBukittinggi pada tahun 1948 ketika Agresi Militer I mengancam keberlangsungan Republik. Peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema: “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju” Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya d dapat icapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan d alam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Hadirin yang saya hormati, Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa. Ancaman terhadap negaratidaklagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi. Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia.

Saudara-saudara sekalian, Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka.

Dari Aceh, kita belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara. ada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai “Daerah Modal” arena dukungan rakyatnya, baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan Republik. Tanpa keteguhan Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akansekuat yang kita kenal hari ini.

Dari Sumatera Utara, kita mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam. Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik. Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari fondasi berdirinya negara kita.

Dan dari Sumatera Barat, khususnya Bukit tinggi, lahir PDRI, penyelamat republik dalam masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat-lah pemerintahan Republik tetap hidup. Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda, dan peringatan Hari Bela Negara tidak akan memiliki makna seperti hari ini.

Karena itu, tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.

Hadirin yang saya banggakan, Momentum Hari Bela Negara ke-77 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus kita wujudkan dalam tindakan nyata: hadir dalam membantu sesama yang sedang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dlari hoaks memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad: Untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan

Demikian yang dapat saya sampaikan Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, perlindungan, dan petunjuk kepada kita semua.Salam Bela Negara

“Peringatan ini merupakan momentum bagi kita semua untuk meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjaga kedaulatan bangsa. Bela Negara adalah kehormatan sekaligus wujud kecintaan kita kepada tanah air,” ujar Mayor Cke Timotius Subanu usai kegiatan.

Kegiatan upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan Bangsa Indonesia.(Pen0730GK).