Melalui Olahraga Bersama dan Syawalan, Korem 072/Pamungkas Perkuat Sinergi dengan UGM

Yogyakarta – Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi, khususnya Universitas Gadjah Mada, melalui kegiatan olahraga bersama, Coffee Morning, dan Syawalan bersama Alumni Magister Ketahanan Nasional Angkatan 2021 bertempat di Serambi Moh. Hatta Makorem 072/Pamungkas, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., serta dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn) Wibisono Puspitohadi, M.Si., M.Sc. selaku Ketua PPAD Provinsi Jawa Timur sekaligus Alumni Magister Ketahanan Nasional UGM, para Kasi Korem 072/Pamungkas, Dandim 0734/Kota Yogyakarta, Dandim 0732/Sleman, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D. selaku Ketua Prodi Magister dan Doktor Ketahanan Nasional UGM, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. selaku Koordinator Jaminan Mutu sekaligus Pendiri Prodi Ketahanan Nasional UGM, Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si. selaku dosen Prodi Ketahanan Nasional UGM, perwakilan mahasiswa dan alumni Magister Ketahanan Nasional UGM, serta staf pengelola Prodi dan alumni Magister maupun Doktor Ketahanan Nasional UGM.

Dalam sambutannya, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menyampaikan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen dan mahasiswa Program Magister serta Doktor Ketahanan Nasional UGM. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan UGM bukan sekadar kemitraan formal, melainkan memiliki ikatan emosional yang kuat.

“Sebagai alumni Program Ketahanan Nasional UGM, saya memiliki kedekatan tersendiri dengan institusi ini. Nilai-nilai strategis yang saya peroleh selama menempuh pendidikan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas sebagai Danrem,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Danrem menekankan bahwa ilmu ketahanan nasional yang diperoleh dari dunia akademik memiliki peran vital dalam mendukung pengambilan kebijakan di lapangan, khususnya dalam memetakan potensi ancaman serta menyusun strategi pembinaan teritorial di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan nasional yang semakin kompleks, Danrem menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara militer dan akademisi.

“Sinergi antara TNI dan kalangan akademisi menjadi pilar strategis dalam memperkuat pertahanan negara, baik melalui penguasaan teknologi, analisis geopolitik, maupun pengembangan doktrin yang adaptif,” tegasnya.

Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Wibisono Puspitohadi selaku Ketua PPAD Provinsi Jawa Timur sekaligus Alumni Magister Ketahanan Nasional UGM, dalam penyampaiannya mengapresiasi kepemimpinan Danrem 072/Pamungkas. Ia menilai penugasan di Yogyakarta memiliki makna strategis yang mendalam, serta menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keilmuan yang telah diperoleh, termasuk dari pendidikan ketahanan nasional.

Lebih lanjut, Mayjen TNI (Purn) Wibisono Puspitohadi mendorong agar berbagai pemikiran strategis, termasuk pengalaman studi luar negeri, dapat dituangkan dalam bentuk tulisan sebagai kontribusi nyata bagi penguatan sistem pertahanan dan ilmu pengetahuan nasional.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Korem 072/Pamungkas dan Sekolah Pascasarjana UGM dalam mendukung terwujudnya ketahanan nasional yang tangguh, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (Penrem072PMK)