Hari Ketiga Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026, Semangat dan Persaingan Atlet Muda Makin Membara

Yogyakarta – Sorak dukungan dan semangat para atlet kembali memenuhi Venue Panjat Tebing Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Memasuki hari ketiga, Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 dalam rangka HUT ke-81 TNI, berlangsung semakin sengit. Sebanyak 685 atlet dari berbagai daerah terus menunjukkan kemampuan terbaiknya, berpacu dengan waktu, kekuatan, dan ketepatan hingga pertandingan berakhir pada malam hari. Kamis (17/9/2026),

Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., bersama Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., para Kasi Kasrem 072/Pamungkas, jajaran Korem 072/Pamungkas, perwakilan PP FPTI dan FPTI DIY, serta para atlet dan official turut hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan.

Sejak pagi, para atlet dari berbagai kelompok usia tampil penuh konsentrasi. Persaingan berlangsung pada sejumlah nomor, mulai dari lanjutan babak kualifikasi Lead U-11 putra dan putri, hingga babak final Lead U-13, U-15 dan U-17.

Memasuki malam hari, atmosfer pertandingan semakin terasa. Para atlet U-11, U-19 hingga kategori umum kembali berjuang pada babak final. Di balik setiap pegangan dinding panjat, terlihat kerja keras, keberanian, sekaligus semangat para atlet muda untuk memberikan penampilan terbaik bagi daerah dan klub masing-masing.

Dari hasil pertandingan, Muhammad Asyura Alghifari dari Eiger Climbing Club (ECC) Makassar berhasil meraih juara pertama Lead U-11 putra. Posisi kedua ditempati Louis Deo Sabdatama dari Kawi Climbing Sport Malang, disusul Galih Aryo Wibisono dari Satala Climbing Club DKI Jakarta.

Pada U-11 putri, Kinanti Mecca Ayudisa dari Gopala Jepara meraih juara pertama, diikuti Naila Karamaya dari CSC Jakarta Timur dan Baridey Kamamoya dari Kawi Climbing Sport Malang.

Sementara itu, podium U-13 putri ditempati Hafidzah Surya Maulida dari Young Climbers Jawa Barat sebagai juara pertama, disusul Aisyah Hasna Shofiyah dari TCC99 Malang dan Chira Kyrana Putri Erika dari ECC Surabaya.

Pada U-15 putri, Salma Ayfira Azalea dari 14.5 Ita Adventure System Jawa Barat berhasil menjadi juara pertama. Posisi berikutnya ditempati Sarwa Nur Amira dari ECC Makassar dan Aliya Ibadil Kirom dari PPOP DKI Jakarta.

Persaingan tak kalah menarik terjadi pada kategori U-17. Muhammad Rafqi Firdaus dari Gor Climbing Club Jawa Barat meraih juara pertama U-17 putra, disusul Xien Lintang Tuahnaru dari Bali dan Okandra Jodie Syailendra dari PhyXius Climbing Gym Surabaya.

Pada U-17 putri, Indah Tiara Azzahra dari Elatics Climbing Goclimb Kalimantan Selatan menjadi juara pertama, diikuti Mayra Azalia Nabila dari RHC Sport Climbing Jawa Timur dan Ibni Balqis Larasati Wardhana dari ECC Jawa Barat.

Untuk kategori U-19 putra, podium teratas diraih Rizky Aditya dari Consina Jakarta, disusul Athaya Khairul Anas dari Banclimb DIY dan Samudera Setiadji Putra dari ECC Bali. Sementara U-19 putri dimenangkan Kirana Maharani Setyawan dari Ascend Sport Climbing Karanganyar, diikuti Indie Maharanee dari Bali dan Taqiyya Nur Aziza dari Grimper DIY.

Pada kategori umum putra, M. Ryan Alfiandi dari Jawa Timur tampil sebagai juara pertama, disusul Fatchur Roji dari Eiger Jatim dan Rizky Aditya dari Consina DKI Jakarta. Sedangkan kategori umum putri menempatkan Widia Fujiyanti dari Elatics Climbing Jawa Barat sebagai juara pertama, diikuti Nur Ismatul Sakdia dari Jawa Timur dan Indah Tiara Azzahra dari Elatics Climbing Goclimb Kalimantan Selatan.

Usai seluruh pertandingan, suasana berlanjut dengan penyerahan medali, piagam Piala Panglima TNI, serta dana pembinaan kepada para atlet yang berhasil menempati podium. Apresiasi tersebut menjadi penghargaan atas kerja keras, keberanian, dan perjuangan para atlet sepanjang kompetisi.

Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 masih akan berlanjut pada Jumat (18/9/2026). Pertandingan akan memasuki nomor Speed kategori U-11, U-13 dan U-15 putra maupun putri.

Lebih dari sekadar perebutan podium, kompetisi ini menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengasah keberanian, disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Dari dinding panjat Mandala Krida, semangat itu terus tumbuh bersama lahirnya generasi muda yang berani menantang batas kemampuan dirinya.