Krisis Air Bersih, Kodim 0706/Temanggung Salurkan 5.000 Liter untuk 55 KK di Kemloko

TEMANGGUNG – Kekurangan air bersih mulai dirasakan warga Dusun Puspan, Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Merespons kondisi tersebut, Kodim 0706/Temanggung kembali menyalurkan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat setempat, Selasa (15/9/2026).

Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan kendaraan truk pemadam kebakaran milik Kodim 0706/Temanggung. Air tersebut dialirkan ke sejumlah jeriken, galon, dan wadah air milik warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bantuan itu diberikan kepada sekitar 55 kepala keluarga (KK) di wilayah Dusun Puspan.

Kegiatan tersebut merupakan penyaluran air bersih yang dilakukan dua kali di lokasi yang sama. Desa Kemloko menjadi salah satu wilayah binaan Serka Sukoco, yang turut mendampingi kegiatan bersama dua anggota Koramil 13/Kranggan, yakni Serma Mujazin dan Serda Nurkholis.


Bagi warga, pasokan air bersih memiliki arti penting karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat dibutuhkan, terutama ketika ketersediaan sumber air warga mengalami keterbatasan.


Kepala Desa Kemloko, Bejo Suwarjikun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0706/Temanggung atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Dusun Puspan. Menurutnya, air yang disalurkan sangat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0706/Temanggung atas bantuan air bersih ini. Air tersebut sangat membantu masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Bejo Suwarjikun.

Penyaluran air bersih tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran personel TNI bersama warga di lokasi diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan air bersih sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.