Merajut Toleransi di ‘Miniatur Indonesia’, Kodim Temanggung dan Warga Tempuran Hidupkan Roh Pancasila
TEMANGGUNG — Di tengah keberagaman keyakinan yang kokoh, Desa Tempuran di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, membuktikan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan sebuah harmoni. Menegaskan statusnya sebagai “Miniatur Indonesia”, Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung bersama Pemerintah Desa Tempuran menggelar aksi nyata lewat Karya Bhakti dalam rangka Pembinaan Ideologi Pancasila dan Lomba Kampung Pancasila TA 2026, Jumat (12/6/2026).
Aksi gotong royong ini menjadi panggung konkret di mana nilai-nilai luhur dasar negara tidak sekadar dihafal, tetapi dihidupkan. Personel TNI bahu-membahu bersama warga lintas agama menyapu, mengecat, hingga mengecor jalan desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini menyasar sejumlah titik krusial yang menjadi simbol kerukunan dan fasilitas publik di Desa Tempuran. Berdasarkan pantauan di lapangan, sasaran Karya Bhakti tersebut meliputi:
- Pembersihan Masjid Abdulwali: Menjaga kenyamanan tempat ibadah umat Muslim.
- Pembersihan Vihara Eka Sasana Surya: Merawat rumah ibadah umat Buddha yang berdiri berdampingan secara damai.
- Pembersihan Rumah Pancasila: Pusat edukasi dan berkumpulnya warga untuk menggodok nilai-nilai kebangsaan.
- Pengecoran Akses Jalan: Peningkatan infrastruktur transportasi guna mendongkrak perekonomian dan mobilitas harian masyarakat.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0706/Temanggung Mayor Cba Agus Jumawan, Danramil 09/Kaloran Kapten Inf Heri Wibowo, Camat Kaloran Juli Riastiana T., S.Sos., M.M., Kepala Desa Tempuran Priyanto beserta perangkat desa, serta warga Tempuran yang antusias.
Di sela-sela memimpin kegiatan, Kasdim 0706/Temanggung Mayor Cba Agus Jumawan menegaskan bahwa esensi terdalam dari Pancasila adalah gotong royong. Kegiatan hari ini, menurutnya, adalah upaya merawat warisan terbaik leluhur bangsa agar tidak tergerus zaman.
“Pagi ini Kodim 0706/Temanggung melaksanakan Karya Bhakti mulai dari pembersihan tempat-tempat ibadah hingga pembangunan jalan untuk masyarakat. Karya Bhakti ini memanifestasikan nilai luhur Pancasila, yaitu gotong royong. Ini adalah apa yang diwariskan oleh leluhur kita hingga sekarang, dan tugas kita bersama untuk terus memupuknya agar tetap subur di hati masyarakat,” ujar Mayor Cba Agus Jumawan.
Apresiasi mendalam datang dari Kepala Desa Tempuran, Priyanto. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya yang luar biasa kepada jajaran TNI, mulai dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Kodim 0706, hingga Koramil 09/Kaloran yang telah memberikan warna dan motivasi besar bagi desanya.
Priyanto menguraikan bahwa heterogenitas di desanya merupakan berkah kebhinekaan yang sangat lengkap, menjadikan Tempuran sebagai potret kecil dari luasnya Indonesia.
“Desa kami adalah ‘Miniatur Indonesia’ dalam skala kecil. Di sini, agama dan keyakinan kami sangat komplit ada Islam, Buddha, Kristen, Katolik, bahkan aliran kepercayaan. Semuanya hidup berdampingan secara damai,” tutur Priyanto.
Ia optimistis, momentum Lomba Kampung Pancasila ini akan menjadi pemantik semangat bagi ruang tumbuh generasi muda yang berjiwa nasionalis.
“Dengan adanya Kampung Pancasila ini, kami berharap bisa melahirkan generasi-generasi patriot bagi bangsa dan negara. Terima kasih kepada Pak Dandim, Pak Danramil, dan seluruh anggota TNI di wilayah teritorial Kodim 0706. Kehadiran TNI memberi motivasi besar bagi kami untuk senantiasa menjaga NKRI bersama-sama dari level terbawah, bergerak menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, Desa Tempuran tidak hanya bersolek secara fisik untuk menghadapi perlombaan, namun juga sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa dari sebuah desa di lereng Temanggung, Pancasila tetap kokoh berdiri, dipraktikkan, dan dijaga kesaktiannya.
